Sabtu, 16 Februari 2019

KORUPTOR ADALAH ATHEIS

Selagi muda saya pernah bekerja di perusahaan swasta. Sebagai karyawan tetap dan melihat bagaimana atasan dan rekan kerja melakukan tindak korupsi.

Saat itu terjadi dan saya enggan berada di lingkup yang korup, saya memutuskan resign (pada HRD saya jelaskan dengan gamblang alasannya).
         
   HRD dan kepala cabang menawarkan pindah ke bagian lain. Namun saya pikir, akan lebih baik berhenti daripada suatu hari menemukan hal yang sama.

            Selesai ? Saya pikir setelah menjauh dari kehidupan kantor dan menjadi ibu rumah 
tangga saya tidak akan lagi bersinggungan dengan praktik tercela.

            Ternyata tidak sama sekali, realitasnya kehidupan HEDON sekarang ini makin membuat orang terbersit untuk korup.

Di depan indera saya :

- melihat ibu teman sekolah anak saya yang tak mengatakan dana BOS sudah cair dari diknas sehingga suaminya tetap memberi uang SPP

- BOS yang tidak sepenuhnya dikelola dengan bijak oleh sekolah-sekolah penerima

- suami teman yang setiap bulan membeli rumah seharga 1,5M padahal pekerjaannya hanya karyawan swasta

- para ibu yang korupsi uang belanja demi modal eksistensi

- dan diluar sana, kita tak pernah tahu kemana larinya pajak resto yang kita bayarkan, pajak bumi bangunan, pajak kendaraan, pajak penghasilan dan pajak bonus akhir tahun (karena yang sama-sama kita tahu pemerintah indonesia sampai sekarang masih mengambil pinjaman luar negeri)

            Korupsi bagai wabah yang menjangkiti hampir sebagian besar orang di negara Indonesia ini. Korupsi seperti bola liar yang terus menggelinding mencari kawanan.

            Kami sekeluarga (suami dan anak-anak) sadar berada dilingkaran yang korup. Mulai dari tukang parkir yang mengutip parkir tanpa memberi tiket, pelayan warung makan pinggir jalan yang asal menghitung pesanan ataupun kasir mini market yang dengan sengaja membulatkan seratus rupiah kembalian untuk keuntungan pribadi.

            Dunia ini menipumu bukan ? dengan mudah kamu tergelincir dalam kefanaan. Keinginan akan dunia yang entah jika dituruti mungkin akan terus membuat dahaga (alih-alih menyebutnya tamak dan terlalu cinta materi) hingga dangkal dalam berpikir.

            Takut miskin, takut rezeki tak cukup, takut tak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Banyak ketakutan yang tanpa ujung pangkal tertanam diruang pikiran para pelaku korupsi (Baik di lingkup pemerintahan, swasta atau orang lapangan)

            Cetek iman dan dangkal berpikir membuat semuanya memilih jalan pintas. Padahal tak kurang ilmu agama ditanamkan sedari lahir. Begitupun bekal pendidikan yang diberikan orang tua.

            Apa harus disebut otak di dengkul kurang jalan sehingga para koruptor besar kecil tak berpikir panjang kali lebar hukum sebab akibat ?

            Hukum sebab akibat ada dalam semua kitab agama kecuali satu, atheis yang tak pernah membaca kitab.

            Dan kesimpulannya, koruptor adalah ATHEIS !!! yang tak mempercayai Tuhannya akan mencukupkan rezeki bagi  makhluknya.

Dalam ISLAM ada 6 RUKUN IMAN yang kita tahu

RUKUN-RUKUN YANG ADA JELAS TIDAK DIYAKINI KORUPTOR ALIAS DITANGGALKAN 
(AGAMA FORMALITAS ATAU ISLAM KTP)


1.      PERCAYA KEPADA ALLAH SWT

KORUPTOR TIDAK PERCAYA GUSTI ALLAH YANG NGATUR REZEKI

2.      PERCAYA KEPADA MALAIKAT

KORUPTOR MENGANGGAP ROQIB (MALAIKAT PENCATAT AMAL BAIK) ATID (PENCATAT AMAL BURUK) TIDAK ADA , MAKANYA SANTAI NYOLONG UANG YANG BUKAN HAK MEREKA

3.      PERCAYA KEPADA KITAB ALLAH

ENTAH QUR’AN-NYA SEKEDAR PAJANGAN ATAU GIMANA TAPI CUMA ATHEIS YANG NGGAK PERNAH BUKA KITAB DAN LIHAT ISINYA



                        Al Qur’an Surat 42. Asy Syura ayat 27 :

‘Dan sekiranyanya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas dibumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Teliti terhadap (keadaan)hamba-hamba-Nya’

4.      PERCAYA KEPADA RASUL

Orang yang mempercayai rasul pasti mengikuti ajaran dan tuntunannya. Termasuk akhlak baiknya (korupsi baik nggak ?)

5.      PERCAYA KEPADA HARI KIAMAT

Cuma ATHEIS yang nganggap dunia ini abadi (tanpa hari akhir)

6.      PERCAYA KEPADA QADA DAN QADAR

Takdir baik dan buruk  keduanya adalah rezeki. Orang yang tidak meyakininya dan menolak salah satu takdir adalah orang idiot yang gagal memahami hidup dan mencari makna dari keberuntungan dan ketidak beruntungan yang dihadirkan Gusti Allah silih berganti.

                  Al Quran Surat 6 Al An’am ayat 59 :

‘Dan kunci –kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan dilaut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak di ketahui-Nya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)’
            ‘  
            Sudah baca ? bisa merenung ? bisa memikirkan ? kira-kira anda yang korupsi punya agama atau seperti apa yang saya sematkan 'ATHEIS SEJATI'



Tidak ada komentar:

Posting Komentar