Minggu, 03 Mei 2015

tips belanja tas branded Asli bukan KW

Dulu, gue tuh bukan pemerhati tas. Punya tas aja seringnya donasi dari temen atau kakak.

Tapi pas di medan terkaget sama lingkup pergaulan disini. Banyak ibu2 sosialita (mungkin kaya gue, kelas menengah yang baru tumbuh) yang kaget ama pergaulan dan mencoba mencari eksistensi diri atau ingin menunjukkan keberadaan lewat tas.

Tas yang bukan sembarang tas. Yang emak2 high level beli 'ori' (entah bener asli atau nggak) secara kredit atau langsung ke storenya di malaysia atau singapur. Yang middle beli 'KW' nya di Jl. Palangka raya.

Karena kakak dah almarhum dan sejak di medan nggak ada yang mendonasikan tas buat gue lagi. Jadilah gue beli ditemen (pedagang tas kw) niatnya cuma cari cepet. Tapi dilalah nggak nyaman make tas bajakan. Ngebayangin gimana kalo-kalo buku gue yang dibajak (sakitnya tuh disini).

Dari kesadaran itu, gue cuma beli tas ori buatan lokal merk Elizabeth yang storenya ada di Jl. Gajah mada

Lumayan lebih awet daripada tas abal-abal yang gue beli di temen. Yang gue beli ditemen asli kulitnya rontok biarpun nggak dipake, padahal harganya 450rebu.

Yang Elizabeth gue beli 250rebu tapi ampe hari ini (dah ampir 2tahun) kulitnya masih bagus dan masih bisa gue pake.

Balik ke tas, ternyata makin kesini makin banyak seleb atau ibu2 lain yang pengen nunjukin eksistensi dirinya lewat tas.

Terbaca dari berita infotainment, beherapa artis demen banget mamerin tasnya



Dan rata2 kalo artis mamerin tas mereka seringnya hermes, yang konon harganya ratusan juta. Sementara temen gue kebanyakan bonia yang 5 jutaan, flura 2jutaan dan Michael kors 3 jutaan. (duit tuh bukan daun) 

Gue? Ga kepikir beli tas harga segitu. Yang kepikir kalo punya uang cuma nambahin eskul anak.

Tapi kadang emang sesuatu nggak disangka, tahun kemaren suami tumben beliin Charles and Keith. mungkin karena istri kepala sama Cs kantornya ada yang koleksi ini.

Harganya ampyun buat gue, 750rebu. Mahal bingit. Tapi bikin gue tahu rasanya bawa tas mahal. Sakittttt dipundak, talinya tebel, keras dan nyiksa. Udah gitu kudu diangin2 biar ga buluk, kusam dan berubah bentuk. Bikin gue mikir nih tas atau raja sih.


Belajar dari itu, laki gue ga pernah nawarin Charles and Keith lagi. Tapi dilalah pas kemaren dia balik dari inggris dia bawain tas merk TUMI. Price tagnya €110 ( X Rp. 14.000) makjan lebih mahal dari Charles and Keith. Tapi gue suka, ini tas selempangan bahan parasut kaya dompet Kipling gue (hadiah dari suami juga). Dan warnanya hijau metalik, suka suka suka (upin ipin mode on)



Harga yang mahal jadi bikin gue iseng nyari webnya dan nemu http://www.tumi.com
Ternyata nih tas termasuk tas branded kaya Kipling. Dan tumi ini punya store di indonesia.

Karena di indonesia nggak ada online storenya. Gue cek ke tumi online store singapura http://www.tumi.sg
Makjan, harga women bagnya nggak ada yang murah. Lebih mahal dari yang di United kingdom.

Ngeliat dari situ, gue jadi kepikiran. Jangan-jangan tas yang dibeli temen ama artis indonesia sebenernya nggak mahal2 banget aslinya.

Iseng lah gue buka web plaza-nya dody al fayed www.harrods.com dan nemuin kalo ternyata ada juga merk ternama yang murah. (dan jelas tasnya pasti asli bukan premium atau lainnya)



Dari Harrods, gue pindah buka web hermes di www.hermes.com dan nemuin kenyataan kalau harga hermes ada juga yang dibawah seratus juta

http://m.usa.hermes.com/leather/bags-and-luggage/for-day/sac-seau-veau-swift-taurillon-clemence-vache-hunter.html

http://m.usa.hermes.com/leather/bags-and-luggage/for-day/evelyne/configurable-product-c-evelyne.html?size_leather=M&color_hermes=ROUGE PIVOINE&nuance=1




Kesimpulannya :

-pesatnya pertumbuhan kelas menengah melahirkan banyak OKB (orang kaya baru)

-yang sebagian besar dari mereka (utamanya wanita) mengejar eksistensi dari kebendaan (khususnya tas branded)

-tapi tak semua para pemuja tas branded paham bagaimana membeli produk yang asli dan bukan aspal

-ketidak mengertian mereka yang lalu dimanfaatkan para pedagang tas ori, premium dan kw untuk mereguk untung sebesar2nya

-pesan saya, kalau ingin membeli yang asli lebih baik kunjungi langsung store offline atau online store resminya

-kalau store offline-nya (seperti hermes) nggak ada di indonesia dan budget ke eropa juga nggak ada, ya beli aja di online store resmi

-kalo nggak ngerti caranya (maksudnya nggak ngerti bahasa inggris dilaman webnya) bisa Tanya2 ke saya

-saran saya, kalau mau beli online buat rekening baru untuk pay pal supaya setiap selesai transaksi dana di rekening kosong dan ngga di incer hacker




4 komentar: