Rabu, 30 Desember 2015

trip to malaysia hari ke 2 : Legoland

Hari kedua di johor bahru kami bangun pukul enam. Masih gelap, disana matahari terbit agak siang. Sekitar pukul tujuh.

Pagi ini rencana ke legoland, karena suami males naik angkutan umum. Jadilah kami naik taksi RM50 dari taman Molek (lokasi hotel 193) sampai legoland.

Tiba disana masih jam delapan kurang, toko-toko masih lenggang dan loket belum dibuka.



Menurut petugas biasanya loket buka pukul 10.00 tapi karena liburan dan antrian sudah ramai loket akan dibuka pukul 09.00

Ya iya kudu buka lebih pagi, secara depan loket matahari udah menyengat dan teriknya bukan main. Mungkin sekitar 33 derajat suhunya.

Saya antri diurutan 2, dibelakang banyak turis lokal dan asing. Kebanyakan turis lokal berasal dari trengganu dan KL. Turis asingnya dari colombo, India, singapur, dan tentu saja yang paling banyak indonesia.

Loket 9 dibuka pertama, kami membeli 3 tiket dewasa @RM180 dan satu anak RM145 yang totalnya RM685 (dengan kurs RM1 = Rp. 3220)

Apa aja yang bisa dinikmati di legoland?


Gabungan dari taman mini + dufan yang isinya miniatur negara-negara besar di dunia dan wahana-wahana seperti di dufan.

Sebenernya ga ada yang baru, mungkin karena tematik (lego gitu lho) dan promonya gencar maka banyak wisatawan kemari (contohnya kami :D)

Selain alasan diatas, tentu karena dari medan ke dufan lebih mahal. Ya jadi mending kemari.
Kami sempat mencoba naik kereta yang
mengeliling komplek taman miniatur negara-negara (replika taman mini yang punya rumah adat 27 propinsi) 



Lalu naik perahu wisata (disini harus hati-hati turun naiknya, soalnya kemarin pas disana ada petugas yang kepleset dan pingsan)
Dari perahu wisata ke pesawat terbang yang muter2 (kaya gajah terbang di taman mini)
Lalu nyoba permainan sejenis niagara, kereta luncur di air yang (seperti di dufan dan taman safari)
Warning : sebelum naik ini sebaiknya beli poncho adults di legostore biar nggak kebasahan. Dewasa RM25 anak RM12
Dari sini karena kelaperan kami meluncur ke market restaurant. Menu disini tidak murah, chicken rendang RM28. Rasanya? Ga lagi deh. Enak nasi rendang negeri sendiri.
tampilan makanan menarik, porsi besar, dengan beras dan ayam size jumbo (kepikir ini beras ama ayam pestisida bukan sih, kok gede 
banget). Rasa minimalis dilidah. No recommended


Abis makan nonton 4D, liat pameran starwars, naik mini halilintar trus tau-tau dah jam enam sore. Nggak terasa udah mau tutup (tutupnya pukul 19.00).

Sebelum balik kami beli paket KFC dulu diluar RM12/ paket nasi jahe +ayam+ air mineral (rasanya ya ga beda ama KFC indonesia, lebih mendinglah dari market restaurant didalem)

Abis makan, Kami pulang dengan taksi biru pilihan suami. (dia pengen tau beneran mahal atau nggak nih taksi)

Dan wakkk, begitu sampe di hotel argonya udah RM75. Bener-bener nih taksi ga recommend banget. 


Selasa, 29 Desember 2015

Trip to malaysia hari pertama : medan to johor bahru

Naik lion air dari bandara kuala namu pukul 07.00

Tiba di hang nadim pukul 09.30

Naik taxi ke pelabuhan Batam center Rp. 100.000

Cari ferry ke stulang laut yang terdekat dari hotel 193 (petunjuk dari whatsap hotel)

Planning tanggal 25 desember itu rencananya langsung legoland tapi ternyata...
Penumpang ngebludak kaya pas mudik.
Antri pertama di loket ceria indomas, close karena sudah full pemesanan.
Kedua di loket citra line sama juga. Dan terakhir di pintas samudera dapat yang jam 01.00 siang. (harga tiket sekali jalan Rp.220.000/orang)

Karena hari jumat penyeberangan dari batam center digeser jam setengah dua, tiba di pelabuhan Berjaya waterfront sore sekitar pukul 04.00

Suasana pelabuhan lenggang, mungkin karena bukan arah pintu masuk utama (ya iya secara legoland lebih dekat dari pelabuhan puteri harbour )

Mall berjayanya juga ga beda sama deli plaza sebelum tutup. Sepi toko dan juga pengunjung.
Dari keluar mall Berjaya kami langsung Sambung taksi merah ke hotel 193 ongkosnya rm 25
Tiba disana cek in tanpa tambahan biaya. Kamar sesuai dengan yang kami pesan. Family suite dengan satu bed besar dan bed kecil. Ruangan cukup bersih, pelayanan juga baik, sayang lokasi jauh dari mana-mana.

Untuk hari pertama abaikan, cukup ke 7 eleven menyantap nasi lemak lalu kembali ke hotel untuk tidur




Trip to malaysia

Ini tur yang ga direncanakan, gara-garanya awal tahun ngiler liat tiket murah di traveloka.

Medan - batam 300ribuan

Batam sebenernya udah pernah. cuma kepikir kita belum pernah ke KL. Jadi kepikir ke KL lewat johor bahru

Johor bahru yang kebayang ....

Legoland & replika Bicester Village London yang bernama Johor Premium Outlet

Akhir tahun, liburan & sale yang sayang kalo dilewatin. Jadilah booking Lion Air Medan - Batam yang harga tiketnya udah naik ke 395ribu / orang untuk penerbangan tanggal 25 desember 2015

Tiket udah, tinggal penginepan.
Pengalaman ke singapur beli voucher hotel di Trophy tour yang ternyata masih kena tambahan biaya bikin kita beralih pesen ke Traveloka (pengalaman pertama nih pesen voucher hotel online)

Dapet family suite di hotel 193 seharga 633ribu untuk 3 hari 2 malem. Murah kan, tapi lokasi? Hhehehe belum tau startegis atau nggak

Planning tgl 25 sampe 26 jalan ke legoland 27 JPO and check out to KL
 27 malem check in hotel lain.
Dari hasil browsing-browsing pilihan jatuh ke pacific express yang baru berdiri 3 tahun di KL.

Rencana cek out 28 desember malem naik Air Asia dari KLIA 2 dengan harga tiket 750rb/ orang.
Tujuan di kuala lumpur jelas welfie di petronas...hehehe

Ok, let's start holiday






Sabtu, 21 November 2015

5 situs belanja hijab recommended

1. https://m.hijup.com/id


2. http://m.hijabenka.com/



  1. 3. http://www.zalora.co.id/women/busana-muslim/



4.https://www.pinkemma.com/rimba/baju-wanita/dress-muslim-wanita


5.http://hijabchicofficial.com/product-category/collection/?lang=ID









Senin, 31 Agustus 2015

Golput pilkada walikota medan



Tadinya saya nggak ingin nulis ini, tapi 9 tahun tinggal di medan dan membandingkan kota ini dengan kota asal saya jakarta + kota asal suami surabaya + kota tempat bapak saya tinggal semarang = saya mulai gerah dan ingin menguraikan alasan saya golput

- ruko dan mall tak dikendalikan sehingga ledakan ruko dan mall tak terbendung di medan
- kalau di dunia ada peringkat kepadatan penduduk tertinggi. Maka jika di indonesia ada kepadatan papan iklan terbanyak, medan mungkin jadi pemegang rekornya.

- sebagai segitiga indonesia yang diapit malaysia dan singapur, tata kotanya tak mampu bersaing ( Andai bisa di pindah, lebih layak surabaya yang ada di wilayah ini)

- banyak bangunan bersejarah atau kuno yang gampang dialih fungsikan. Contohnya ruko dan bangunan tua disekitar medan mall dan kesawan.

- kesenjangan sosialnya tinggi, cukup dilihat dari orang-orang yang berkeliaran dijalan.

- pemerintah tak hadir untuk anak jalanan (saya kerap kali melihat anak-anak dibawah umur yang memar dan seperti preman saat meminta-minta disekitar amplas)

- institusi pendidikan menjamur, namun tak diimbangi dengan industrinya sehingga banyak lulusan menganggur

- tak ada lajur untuk pejalan kaki alias trotoar yang nyaman kecuali di jantung kota dekat kantor gubsu

- saya nggak tahu sila ke 5 dari pancasila apa masih berlaku dikota ini. Karena kerap kali pengemudi kendaraan diperlakukan tak adil saat pejabat lewat. (padahal jalan raya ada karena rakyat membayar pajak)

- dijakarta, kampung pulo yang punya historis dibiarkan tergusur untuk pelebaran Sungai. Sementara Sungai purba di medan lebih banyak di uruk untuk perumahan seperti palazzo, j city, condominium city view depan CBD, dan menyusul medan resort city (mercy)

- waktu tinggal di jakarta saya nggak tahu apa itu ormas, pas disini baru ngeh dan paham bagaimana struktur ormas dan fungsinya. Bagaimana sdm yang mereka kelola

- di jakarta saya inget dulu trayek metromini t52 kampung melayu - cipinang, lalu ketika m31 lewat cipinang. Trayek t52 berubah menjadi kampung melayu - pondok kopi.
Di medan, angkot dibiarkan menumpuk dengan trayek yang sama. Sehingga supir yang kembang kempis mendapatkan penumpang

- mall menjamur mengalahkan taman kota yang bisa dimasuki semua kelas

Display rokok di depan bukan berarti priority customer



Pernahkah anda mengalami ? Sedang antri di minimarket atau pusat perbelanjaan lalu diselak antriannya oleh orang yang membeli rokok.

Hanya satu atau dua bungkus rokok!!! *tolong dicatat, bukan satu gerobak rokok.

Saya pernah mengalami, dua kali. Dan yang kedua terjadi hari ini. Saya membeli beras dalam kemasan 5kg dan diselak oleh seorang bapak usia empat puluhan yang membeli rokok. Alasan si bapak : " saya cuma beli rokok"

Cuma? Kalau mata saya buta iya dia bisa bilang cuma rokok. Tapi rokok + zipo itu berarti dua, bukan cuma (satu)

Kalau memang mau hitung-hitungan 'cuma', saya  jelas hanya belanja satu item : beras 5kg (kecuali  butir beras di itung per biji di Kasir, baru saya salah)

Ketika saya kemukakan pendapat saya " Kasir yang duluin" itu pembelaanya.

Kasir dan bapak itu nyengir, menyengirkan entah kebodohan mereka atau menutupi rasa malu mereka.

Tapi perlu digaris bawahi, Kasir akan tampak idiot kalau mendahulukan customer rokok dibanding customer lain yang nominal belanjaannya lebih banyak (kecuali Kasir menerima insentif dalam tiap bungkus rokok yang terjual)

Kalau enggak buat apa, cuma dibodohi Industri dan tempat anda bekerja!

Okelah, rokok membayar display depan (yang jelas paling mahal dari display lainnya). Tapi bayarnya ke siapa ? ke mini market dan swalayan bukan pramuniaga.

Diuntungkan? Nggak, dirugikan iya kalau nggak ada insentifnya untuk nambahin uang transport dan biaya makan siang anda. Buat apa anda di Kasir bela-belain perokok yang jelas -jelas merugikan lingkungan sekitar yang terpapar asapnya

*please, berpikir saat bekerja. Pramuniaga bukan robot yang menjaga display priority tanpa mendapat benefit apapun

Minggu, 30 Agustus 2015

gigi melintang di tulang gusi

Anak saya yang sulung gigi atas bawahnya numpuk jadi kepikir untuk masangin behel.

Pergilah saya dan anak ke Dr. Gigi Iskandar. Sp. Ortho.
Kenapa nggak dokter gigi umum? karena pengalaman saya kecil, dokter gigi umum tahunya kalau dipasang kawat cuma nyabutin gigi yang ada tanpa mikir jumlahnya udah pas atau belum. Akibatnya gigi setelah dikawat jadi rapuh dan cepet ompong kaya saya sekarang.

Balik ke dokter gigi anak saya, dijelaskan biaya pembuatan behel 6,5 juta (alamak mahalnya) dengan biaya kontrol dua minggu sekali 200rb / sekali kontrol (belum termasuk penggantian karet) jadi biaya perawatan bulanan dianggarkan 600rb/ bulan.

Sebagai tanda jadi saya beri dp. 3juta sisanya rencana setelah behel dipasang.
Sebelum behel dibuatkan dan dipasang anak saya diminta rontgen gigi dulu. Dan hasilnya, mau nangis saya waktu lihat dan diterangi dokter.

Rahangnya kecil tapi gigi pas 28. Jadi sebenarnya nggak perlu dicabut, cukup direnggangin rahangnya dengan pemasangan behel. Kayanya simple, tapi yang jadi kendala behel nggak bisa dibuatkan karena di gigi depan (rahang bawah) anak saya, ada benih tidak berkembang dan satu gigi tumbuh melintang.

Dan gigi melintang ini  yang ternyata jadi penyebab anak saya sering sakit saat mengunyah.

Minggu, 03 Mei 2015

tips belanja tas branded Asli bukan KW

Dulu, gue tuh bukan pemerhati tas. Punya tas aja seringnya donasi dari temen atau kakak.

Tapi pas di medan terkaget sama lingkup pergaulan disini. Banyak ibu2 sosialita (mungkin kaya gue, kelas menengah yang baru tumbuh) yang kaget ama pergaulan dan mencoba mencari eksistensi diri atau ingin menunjukkan keberadaan lewat tas.

Tas yang bukan sembarang tas. Yang emak2 high level beli 'ori' (entah bener asli atau nggak) secara kredit atau langsung ke storenya di malaysia atau singapur. Yang middle beli 'KW' nya di Jl. Palangka raya.

Karena kakak dah almarhum dan sejak di medan nggak ada yang mendonasikan tas buat gue lagi. Jadilah gue beli ditemen (pedagang tas kw) niatnya cuma cari cepet. Tapi dilalah nggak nyaman make tas bajakan. Ngebayangin gimana kalo-kalo buku gue yang dibajak (sakitnya tuh disini).

Dari kesadaran itu, gue cuma beli tas ori buatan lokal merk Elizabeth yang storenya ada di Jl. Gajah mada

Lumayan lebih awet daripada tas abal-abal yang gue beli di temen. Yang gue beli ditemen asli kulitnya rontok biarpun nggak dipake, padahal harganya 450rebu.

Yang Elizabeth gue beli 250rebu tapi ampe hari ini (dah ampir 2tahun) kulitnya masih bagus dan masih bisa gue pake.

Balik ke tas, ternyata makin kesini makin banyak seleb atau ibu2 lain yang pengen nunjukin eksistensi dirinya lewat tas.

Terbaca dari berita infotainment, beherapa artis demen banget mamerin tasnya



Dan rata2 kalo artis mamerin tas mereka seringnya hermes, yang konon harganya ratusan juta. Sementara temen gue kebanyakan bonia yang 5 jutaan, flura 2jutaan dan Michael kors 3 jutaan. (duit tuh bukan daun) 

Gue? Ga kepikir beli tas harga segitu. Yang kepikir kalo punya uang cuma nambahin eskul anak.

Tapi kadang emang sesuatu nggak disangka, tahun kemaren suami tumben beliin Charles and Keith. mungkin karena istri kepala sama Cs kantornya ada yang koleksi ini.

Harganya ampyun buat gue, 750rebu. Mahal bingit. Tapi bikin gue tahu rasanya bawa tas mahal. Sakittttt dipundak, talinya tebel, keras dan nyiksa. Udah gitu kudu diangin2 biar ga buluk, kusam dan berubah bentuk. Bikin gue mikir nih tas atau raja sih.


Belajar dari itu, laki gue ga pernah nawarin Charles and Keith lagi. Tapi dilalah pas kemaren dia balik dari inggris dia bawain tas merk TUMI. Price tagnya €110 ( X Rp. 14.000) makjan lebih mahal dari Charles and Keith. Tapi gue suka, ini tas selempangan bahan parasut kaya dompet Kipling gue (hadiah dari suami juga). Dan warnanya hijau metalik, suka suka suka (upin ipin mode on)



Harga yang mahal jadi bikin gue iseng nyari webnya dan nemu http://www.tumi.com
Ternyata nih tas termasuk tas branded kaya Kipling. Dan tumi ini punya store di indonesia.

Karena di indonesia nggak ada online storenya. Gue cek ke tumi online store singapura http://www.tumi.sg
Makjan, harga women bagnya nggak ada yang murah. Lebih mahal dari yang di United kingdom.

Ngeliat dari situ, gue jadi kepikiran. Jangan-jangan tas yang dibeli temen ama artis indonesia sebenernya nggak mahal2 banget aslinya.

Iseng lah gue buka web plaza-nya dody al fayed www.harrods.com dan nemuin kalo ternyata ada juga merk ternama yang murah. (dan jelas tasnya pasti asli bukan premium atau lainnya)



Dari Harrods, gue pindah buka web hermes di www.hermes.com dan nemuin kenyataan kalau harga hermes ada juga yang dibawah seratus juta

http://m.usa.hermes.com/leather/bags-and-luggage/for-day/sac-seau-veau-swift-taurillon-clemence-vache-hunter.html

http://m.usa.hermes.com/leather/bags-and-luggage/for-day/evelyne/configurable-product-c-evelyne.html?size_leather=M&color_hermes=ROUGE PIVOINE&nuance=1




Kesimpulannya :

-pesatnya pertumbuhan kelas menengah melahirkan banyak OKB (orang kaya baru)

-yang sebagian besar dari mereka (utamanya wanita) mengejar eksistensi dari kebendaan (khususnya tas branded)

-tapi tak semua para pemuja tas branded paham bagaimana membeli produk yang asli dan bukan aspal

-ketidak mengertian mereka yang lalu dimanfaatkan para pedagang tas ori, premium dan kw untuk mereguk untung sebesar2nya

-pesan saya, kalau ingin membeli yang asli lebih baik kunjungi langsung store offline atau online store resminya

-kalau store offline-nya (seperti hermes) nggak ada di indonesia dan budget ke eropa juga nggak ada, ya beli aja di online store resmi

-kalo nggak ngerti caranya (maksudnya nggak ngerti bahasa inggris dilaman webnya) bisa Tanya2 ke saya

-saran saya, kalau mau beli online buat rekening baru untuk pay pal supaya setiap selesai transaksi dana di rekening kosong dan ngga di incer hacker




Rabu, 29 April 2015

imunisasi, Ya atau Tidak?

Semalam saya terlibat diskusi via BBM dengan teman yang anaknya baru berusia 1thn. Anak teman saya ini batuk pilek dan siangnya dibawa ke dokter.

Dari sesi konsultasi mereka dengan dokter, topik berpindah ke imunisasi yang menurut dokter wajib dilakukan. Teman saya sebagai orang tua mengatakan akan mempertimbangkan.

Lalu BBM ia ke saya, menguraikan apa yang tadi saya terangkan diatas.
Saya sebagai orang tua yang juga punya anak memberi pandangan berdasarkan pengalaman saya.

Saya terangkan bahwa kedua anak saya mendapat imunisasi umum seperti BCG/DPT/Polio dan campak

Kenapa empat itu ? Karena banyak kasus polio yang masih terjadi di indonesia ini.

Salah satunya dari banyak kasus yang ada : http://m.tempo.co/read/news/2005/05/09/05560732/Tiga-Balita-di-Lebak-Terkena-Polio

Saya yang dulu awam hanya berpikir untuk menggantungkan harapan pada suntik polio tanpa berpikir panjang kali lebar bahwa segala yang hidup bergantung pada Allah dan bagaimana kita menjaganya.

"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian" (Al-Isra :82)

Selain tiga imunisasi diatas saya tak menyarankan untuk MMR, hepatitis A, meningitis, Pneumokokus dan Rotavirus.

Selain karena biayanya mahal, saya agak worry dengan imunisasi tambahan tersebut. Takutnya terlalu banyak imunisasi antibody menolak dan malah menyebabkan sakit. kaya kalo kita kebanyakan minum obat, organ yang lain melemah.

Balik ke sharing imunisasi tadi, temen saya bilang "udah pernah baca buku Rasulullah is My Doctor karangan Jerry D. Gray?

Me : belum

Friend : mba tahu bahan pembuatan vaksin itu apa

Me : (mulai penasaran) Bentar dakuw browsing dulu

Bbm terhenti dan saya mulai browsing, mencari tahu seputar imun yang pas bayi masuk ke tubuh saya, sulung saya dan bungsu saya.

Hasilnya, mencengangkan dan bikin miris, menyesal dan bikin saya merasa perlu untuk menuliskannya di blog

Asal mula program imunisasi di indonesia :

pada tahun 1977,  WHO memulai pelaksanaan program imunisasi sebagai upaya global secara resmi dan disebut suatu Expanded Program on Immunization (EPI) yang dikenal di Indonesia sebagai Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Di Indonesia program imunisasi secara resmi dimulai di 55 Puskesmas pada tahun 1977 Beberapa antigen mulai menjadi program imunisasi nasional seperti BCG tahun 1973, TT Ibu Hamil tahun 1974, DPT tahun 1976. Polio tahun 1981, Campak tahun 1982, dan tahun Hepatitis B tahun 1997. Pada tahun 1990 secara nasional Indonesia mencapai status Universal Child Immunization (UCI) yaitu mencakup minimal 80% (Campak) sebelum anak berusia satu tahun dan cakupan untuk DPT-3 minimal 90%. (sumber : pada tahun 1977,  WHO memulai pelaksanaan program imunisasi sebagai upaya global secara resmi dan disebut suatu Expanded Program on Immunization (EPI) yang dikenal di Indonesia sebagai Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Di Indonesia program imunisasi secara resmi dimulai di 55 Puskesmas pada tahun 1977 Beberapa antigen mulai menjadi program imunisasi nasional seperti BCG tahun 1973, TT Ibu Hamil tahun 1974, DPT tahun 1976. Polio tahun 1981, Campak tahun 1982, dan tahun Hepatitis B tahun 1997. Pada tahun 1990 secara nasional Indonesia mencapai status Universal Child Immunization (UCI) yaitu mencakup minimal 80% (Campak) sebelum anak berusia satu tahun dan cakupan untuk DPT-3 minimal 90%.

Bahan-Bahan Vaksin :

Disebutkan bahwa materi yang digunakan sebagai bahan vaksin ada dua macam, (1) bahan alami,  antara lain: enzim yang berasal dari babi, seline janin bayi, organ bagian tubuh seperti: paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus, dan hati yang diperoleh dari aborsi janin. Vaksin polio terbuat dari babi; atau campuran dari ginjal kera, sel kanker manusia, dan cairan tubuh hewan tertentu antara lain serum dari sapi atau nanah dari cacar sapi, bayi kuda atau darah kuda dan babi, dan ekstrak mentah lambung babi, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, dan jaringan otak kelinci. (2) Bahan yang berasal dari unsur kimia antara lain: merkuri, formaldehid, aluminium, fosfat, sodium, neomioin, fenol, dan aseton. (sumber : http://danusiri.dosen.unimus.ac.id/materi-kuliah/kebidanan/pandangan-islam-tentang-imunisasi/ )

Produsen vaksin :

Bio Farma adalah satu-satunya produsen vaksin bagi manusia di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang selama ini telah mendedikasikan dirinya dalam rangka memproduksi vaksin dan anti sera berkualitas internasional. Produksi vaksin dan anti sera ini diproduksi untuk turut serta mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia dengan kualitas derajat kesehatan yang lebih baik.(sumber : http://www.biofarma.co.id/?page_id=14801)

Ketidak jelasan bahan vaksin bio farma :

vaksin tidaklah mengandung unsur babi, meskipun pernah bersentuhan saat proses reaksi kimia. “Ketika ada proses pembersihan/penyucian secara ilmiah dengan berulang – ulang dan kemudian dinyatakan bersih dari yang haram (babi), maka statusnya menjadi bersih dari unsur yang haram (sumber : http://www.biofarma.co.id/?p=18091)

Dari sana saya mencari paparan yang lebih mendalam tentang hal ini :

Melalui situs resminya, www.biofarma.co.id PT Biofarma menyatakan diri ingin menjadi produsen vaksin global, memproduksi dan memasarkan vaksin berkualitas internasional untuk kebutuhan pemerintah, swasta nasional, dan internasional. Selain itu, PT Biofarma juga ingin mengembangkan inovasi vaksin yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sangat jelas terlihat bahwa PT Biofarma lebih berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan pasar (keuntungan materi) dengan penjualan vaksin sebesar-besarnya, bukan berfikir apakah produk vaksinya halal dan baik.

Jika menelusuri jejak awal pemberian vaksin, maka menurut Flexner Brother, sejarah vaksin modern menemukan bahwa yang mendanai vaksinasi pada manusia adalah keluarga Rockefeller, salah satu keluarga Yahudi dan anggota Zionisme Internasional.

Bukan kebetulan, kalau ternyata melalui keluarga Rockefeller didirikan lembaga kesehatan dunia, WHO dan lainnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Dr. Leonard Horowitz dalam  “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda” :

“The UN’s WHO was established the U.S Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS).”

WHO batasi penggunaan babi untuk bahan vaksin

Detikhealth.com  menurunkan berita “WHO Batasi Penggunaan Babi untuk Pembuatan Vaksin”. Sumber informasi ini bahkan disampaikan oleh peneliti senior PT Biofarma, Dr Neni Nurainy, Apt, dalam jumpa pers Forum Riset Vaksin Nasional 2011 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2011).

“WHO mulai membatasi, karena ada risiko transmisi dan itu sangat berbahaya. Misalnya penggunaan serum sapi bisa menularkan madcow (sapi gila).”

Dalam berita tersebut, PT Biofarma mengklaim sudah mulai menggunakan media non-animal origin sebagai unsure binatang. Salah satunya pada vaksin polio injeksi atau Injected Polio Vaccine (IPV), yang proses pembuatannya telah dipresentasikan di Majelis Ulama Indonesia. Betulkah demikian?

PT Biofarma, sebagai produsen terbesar vaksin untuk nasional dan internasional dan juga merupakan perusahaan yang berskala internasional sudah pasti pembuatan vaksinnya sesuai standard WHO. Jika WHO secara terang benderang menyatakan akan mengurangi penggunaan babi dalam pembuatan vaksin, maka selama ini WHO masih menggunakan babi dalam pembuatan vaksin. Tentu, begitu pula dengan PT Biofarma.

Profesor Jurnalis Uddin, seorang anggota MPKS (Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syarak), dalam sebuah acara dengan PT Biofarma dan Aventis untuk memberikan penjelasan tentang proses pembuatan vaksin polio mengungkapkan adanya tripsin babi dalam pembuatan vaksin polio, begitu juga dengan vaksin Meningitis yang diproduksi oleh Glaxo Smith Kline untuk para jama’ah haji.

Selain tripsin babi, produksi vaksin juga kerap menggunakan media biakan virus (sel kultur) yang berasal dari jaringan ginjal kera (sel vero), sel dari ginjal anjing, dan dari retina mata manusia.

Dori Ugiyadi, Kepala Divisi Produksi Vaksin Virus Biofarma membenarkan bahwa ketiga sel kultur tersebut dipakai untuk pengembangan vaksin influenza. “Di Biofarma, kita menggunakan sel ginjal monyet untuk produksi vaksin polio. Kemudian sel embrio ayam untuk produksi vaksin campak,” ujarnya.
(sumber : http://www.arrahmah.com/read/2011/08/22/14862-konspirasi-di-balik-fatwa-mui-vaksin-imunisasi-halal-dan-baik.html#sthash.cknvR6yf.dpuf )

Kesimpulannya :

Mungkin perlu dipertimbangkan ulang jika ingin memberikan imunisasi pada anak

Pandangan Islam Tentang Vaksinasi-Imunisasi

a. Wasiat Rasulullah

Sebelum  Rasulullah wafat, tepatnya ketika beliau khutbah pada haji wada’, haji terakhir beliau atau dikenal sebagai haji perpisahan beliau dengan umat Islam,  sempat berwasiat: “Taraktu fiikum amraini. Lan tad}illu> abada> ma> intamassaktum bihima> kitaba-lla>hi wa sunnata Rasu>lihi



تركت فيكم امرين  لن تضلوا  ابدا ما  ان تمسكتم  بهما  كتاب الله  وسنة رسوله.

Artinya:

Aku tinggalkan kepadamu dua perkara. Kamu tidak akan tersesat selamanya selagi berpegang teguh keduanya, yaitu kitabullah (Alquran) dan Sunnah Rasulnya – al-Hadis; Iwan Gayo, 2008: 36). Oleh karena masalah vaksinasi-imunisasi belum terjadi pada masa Rasulullah, maka belum ada petunjuk sedikitpun tentang imunisasi. Terhadap masalah yang bersifat kontemporer menjadi lapangan dan lahan bagi para ulama untuk melakukan ijtihad menemukan solusi hukum perkara tersebut haram atau halal, baik atau buruk, bermanfaat atau berbahaya bagi kesehatan.

Para ulama dalam berijtihad untuk menetapkan hukum terhadap masalah-masalah  kontemporer pasti tidak pernah menghasilkan keputusan ijma’yyah ‘amiyyah (kesepakatan umum), melainkan khlafiyyah (perbedaan pendapat diantara mereka). Bentuk khilafiyyah yang paling ekstrim adalah halal atau haram. Tidak terkecuali mengenai vaksinasi-imunisasi. Dalam Ilmu Fikih memang terdapat  adagium “Man laa ya’lamu khilaafiyyatan laa ya’lamu raaihatal fiqhi” (Barang siapa tidak mengenal perbedaan pendapat, sesungguhnya ia tidak mengenal baunya Fikih”). Baunya saja tidak mengetahui, apalagi ilmu fikihnya itu sendiri.

b.   Pro Versus Kontra: Haram versus Halal Tentang Vaksinasi-Imunisasi

1). Haram

Para ulama, pemikir, mujtahid ada yang menghukumi haram terhadap tindakan vaksinasi-imunisasi. Argumen yang diajukan antara lain memasukkan barang najis dan racun ke dalam tubuh manusia. Manusia iu merupakan khaifatullah fi al-ard} dan asyraf al-makhlu>qa>t (maskhluk yang paling mulia) dan memiliki kemampuan alami melawan semua mikroba, virus, serta bakteri asing dan berbahaya.Berbeda dengan orang kafir yang berpendirian manusia sebagai makluk lemah sehingga perlu vaksinasi untuk meningkatkatkan imunitas pada manusia.

Para filosof Barat dari aliran Eksistensialisme kiri, seperti Jean Paul Sartre menyatakan bahwa manusia hanyalah sampah yang terbuang dan tak berarti. Ia berkata: My original fall is the existence of the Other. I grasp the Other’s look ad the very center of my act as the solidificatiom and alineatiom of my own possibilities (Asal mula kejatuhanku karena keberadaan orang lain. Aku mengerti tatapan orang lain tertuju benar-benar kepada setiap tindakanku sebagai sesuatu yang padat dan mengasingkan kemungkinan-kemungkinanku yang aku punyai; Jen Paul Sartre: 1948: 263). Yang ia maksud dengan istilah ‘kejatuhan’ adalah ketidakmaknaan keberadaannya. Jadi manusia tak ubahnya bagaikan sampah. Ia menambahkan bahwa kejatuhannya itu adalah permanen. . . . “is the permanent structure of my being for the Other” (ibid). Hanya karena manusia diperhatikan orang lain dimaknai dimakan orang lain hingga kepribadiannya hancur tak bermakna. Dari sinilah ia juga mengatakan manusia sebagai homo homini lopus (manusia adalah binatang yang saling memangsa). Paham ini kemudian masuk ke Indonesia antara lain melalui sajak Chairil Anwar tentang ‘Aku’. Dalam sajak ini disebutkan bahwa manusia hanyalah binatang jalang dari kumpulan yang terbuang.  Lebih dari itu, pendapat manusia sebagai binatang telah berakar sejak zaman filsafat Yunani purba.Aristoteles menyatakan bahwa manusia hanyalah binatang yang berpikir. Esensi pendapat ini adalah menyatakan bahwa manusia hanyalah binatang. Jadi tidak bermasalah sama sekali jika di dalam tubuhnya dimasukkan sesuatu yang menurut syariat adalah benda-benda najis karena ‘manusia’-nya sendiri adalah sesuatu yang identik dengan ‘najis’.

Solusi yang diajukan untuk meningkatkan kekebalan balita adalah menghindari tindakan vaksinasi-imunisasi pada balita maupun manusia pada umumnya, selanjutnya  menerapkan syariat tahnik kepada balita, yaitu memasukkan kurma yang telah dikunyah lembut atau madu ke dalam rongga mulut si bayi ketika melaksanakan uapaca ‘aqiqah pada hari ke tujuh dari kelahiran anak. Tahnik dipandang sebagai vaksinasi-imunisasi. Perlu ditambahkan bahwa pada zaman Nabi tidak ada anak yang divaksinasi dan kenyataannya juga sehat-sehat dan banyak yang berumur panjang. Artinya umur harapan hidup rata-rata sejak zaman Rasulullah dan zaman sekarang  kurang lebih sama. (sumber : http://danusiri.dosen.unimus.ac.id/materi-kuliah/kebidanan/pandangan-islam-tentang-imunisasi/)











Selasa, 28 April 2015

1 Mei : Peringatan Pancasila sila ke 5

Pada bulan juli 2013 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 1 mei sebagai hari libur nasional.

 Awal tahun 2014 pemerintah merilis daftar libur tahun 2014 yang memasukkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur memperingati hari buruh internasional.

1 Mei 2015, peringatan tahun ke dua Hari Buruh Internasional atau yang biasa disebut MayDay di Indonesia.
Peringatan ini biasanya diikuti dengan aksi para buruh dan mahasiswa yang turun ke jalan untuk menuntut hak-hak buruh yang dianggap masih kurang diperhatikan.

Siapakah buruh di Indonesia ?

Dalam kbbi.web.id ‘Buruh’  diuraikan sebagai orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah.


Dalam konteks yang saya tangkap, buruh adalah siapapun itu baik yang bekerja di pabrik, perkebunan ataupun perorangan seperti asisten rumah tangga yang berada di posisi penerima upah.

Dalam realitasnya, buruh yang berdemo dan turun ke jalan –jalan untuk menuntuk haknya adalah buruh yang berada dalam perusahaan besar.

mereka yang mendapat gaji, tunjangan, dan libur hari raya. Mereka yang berada dalam system jejaring perusahaan dan dilindungi oleh undang-undang ketenaga kerjaan dan bisa memprotes jika merasa kurang puas dengan upah atau tunjangan yang di dapat.

Bagaimana dengan guru honorer, penulis, dokter internsip, atau asisten rumah tangga yang sebenarnya penghasilannya kurang dari mereka ? kemana para guru atau asisten rumah tangga bisa menuntut keadilan jika upah mereka lebih kecil dari beban kerja mereka ? kemana penulis yang royaltinya tersendat dan dokter yang dituduh malpraktik mencari perlindungan hukum ?

May day buat saya bukanlah sesuatu yang patut kita peringati. Akan lebih baik jika mayday diganti dengan peringatan sila ke 5 pancasila yaitu Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Adil mencakup pengertian luas, dimana ada semangat untuk mengupayakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Apapun bidang pekerjaannya, tiap orang yang bekerja sungguh-sungguh dibidangnya tetap mendapat perlakuan yang sama. Upah dan tunjangan yang membuahkan kesejahteraan bagi dirinya.

Mendapat payung perlindungan yang sama sehingga bisa hidup layak itulah yang diimpikan semua orang yang mencangkul harapan di tanah pertiwi ini. sehingga tujuan mulia dari dasar negara sila ke 5 benar-benar bisa diwujudkan.



Senin, 13 April 2015

Sehari menginspirasi di Labuhan Batu

Kelas inspirasi adalah gerakan para professional turun ke sekolah dasar (SD) selama sehari untuk berbagi cerita pekerjaannya dengan tujuan memotivasi anak-anak untuk meraih cita-cita dan berani bermimpi.

Penulis kebetulan di undang bapak Tatang Hidayat Ketua FLP Labuhan Batu dan Pengagas Kelas Inspirasi Labuhan Batu untuk turut serta terlibat sebagai inspirator.

Mulanya agak ragu, karena merasa bukan professional melainkan pekerja kreatif alias novelis. Namun Pak Tatang dan istrinya Bu Dewi Puspa yang seorang pendongeng berhasil meyakinkan.

Para inspirator kemudian mengikuti briefing pertama di kantor Dinkes Labuhan Batu pada tanggal 9 Apri 2015. Pertemuan yang membuat saya berkenalan dengan banyak professional mulai dari peneliti, arsitek, legal staff, dokter, bidan, dosen, PNS dan profesi lainnya.


Di briefing pertama kami di beri arahan oleh fasilitator Kelas Inspirasi Medan bagaimana mengenalkan diri, menceritakan profesi dan melakukan ice breaking untuk tetap mendapat perhatian murid. Di briefing ini, para professional dibagi menjadi delapan kelompok. Dan penulis masuk ke kelompok 6 yang ditugaskan menginspirasi di MIS Perdamean Sigambal.

  Kelompok 6 terdiri dari 10 orang. Dua fasilitator Maya dan Abib. Dua fotografer ; Agung Wicaksono dan Suwono. Satu Videografer Feri Badriansyah dan empat inspirator yang terdiri dari Dewi Puspa seorang pendongeng, Ratna Dks (yaitu saya) penulis, Syarifah Hanum Bidan Puskesmas, Iin Indrawati Psikolog dan Ayulidar Guru.

Hari H, tanggal 13 April 2015 kami turun menginspirasi ke MIS Perdamean Sigambal. Melihat bagaimana kondisi sekolah swasta yang sederhana namun memiliki guru-guru dan murid-murid yang antusias dan ramah menyambut kami.



Tiap inspirator bergantian mengisi kelas, pengalaman saya menginspirasi di kelas 1 semua siswa pasif menyimak.

Di kelas dua, ramai, jahil namun penuh semangat.  Ini kelas paling menantang hingga membuat saya kewalahan. tapi lucunya saat acara usai mereka tak ingin berhenti main gunting, batu, kertas yang saja ajarkan.

Kelas tiga empat yang digabung karena minimnya fasilitator cukup aktif, sebagian besar dari mereka pandai membuat puisi. Berikut puisi salah satu murid :

Ibuku

Oleh. Erlina / Kelas 3

Oh Ibuku
Engkaulah yang melahirkanku
Jerih payahmu mengasuh dan mendidikku

Dimalam gelap gulita kau memelukku
Aku terlena dipelukan ibu

Ibu
Disetiap saat aku akan berdoa untukmu

Dari kelas tiga empat yang aktif. Saya berpindah mengajar kelas lima dan enam. Disini anak-anak sudah memikirkan cita-citanya. Sebagian besar dari mereka bercita-cita menjadi polisi, ustadz atau guru, profesi yang mungkin kerap kali mereka lihat. Jadi ketika saya bercerita mengenai profesi saya yang seorang penulis, mereka masih belum memiliki gambaran bagaimana pekerjaannya ? apa yang bisa dihasilkan dari menulis ?. Mulailah saya menceritakan profesi saya yang ibu rumah tangga nyambi menulis.

Seru, membahagiakan dan menjadi pengalaman yang berkesan untuk saya dan anak saya yang waktu itu saya bawa. Bahwa ternyata dalam hidup tiap professional atau pekerja bidang lainnya bisa mempraktekkan apa yang saya identifikasi sebagai profit, people, planet. Menjadikan dunia ini lebih indah dengan membentangkan harapan dan mimpi untuk anak Indonesia di daerah lainnya.




Sabtu, 28 Maret 2015

SD Swasta Medan Johor

Tahun ini rara masuk sekolah dasar. Tepatnya 2 juli 2015 nanti dia 6 thn.

Agak bingung mau masukin SD mana, ada beberapa Alternatif yang masih jadi pertimbangan ( Tentunya semua SD islami yang bisa menguatkan iman dan takwa)

Pertama SD Darul Ilmi, plusnya nih sekolah punya kantin sendiri, fasilitas kolam renang, antar jemput dan halaman luas.

Minusnya mungkin agak jauh dari rumah, jalanannya rame truk dan kontainer dan beda kecamatan ( masuk deli serdang)


Alternatif kedua,SD Asy Syafiiyah. Plusnya deket rumah itu aja ( gak punya alasan lain yang bisa diuraikan)



Nggak plusnya, kalau hujan parkirnya bikin macet. Gedung lima lantai, makin nambah kelasnya makin banyak tangga yang kudu dinaikin (pindah lantai), 
Gersang (kalo ujan keujanan, kalo panas kepanasan buat yang nganter jemput), ini sekolah baru jadi belum tahu kualitasnya



Alternatif terakhir, SD harapan. Plusnya, semacam gaya hidup kayanya kalo nyekolahin anak disini  :XD


Nggak plusnya, mahal bingit, kurikulumnya menekankan pada IQ, nggak santai kayanya, kantinnya banyak yang jualan ( nggak terjamin kebersihannya)







Sabtu, 21 Maret 2015

tidak setia pada genre

Saat saya kecil saya suka membaca fiksi, lalu seiring bertambahnya usia mulai berpindah bacaan ke buku-buku agama, skill dan psikologi.

Dari hoby yang nonfiksi inginnya mengasah kemampuan di bidang menulis non fiksi. Tapi beberapa kali mengirim gagal dan membuat saya memutuskan mundur dan memilih menulis fiksi.

Kalah sebelum bertanding? Mungkin. Tapi rasanya tidak juga. Menulis di fiksi saya lebih mengedepankan riset dan belakangan kembali membaca novel untuk melatih diksi.

Menulis fiksi sepertinya tanpa tantangan, hanya membutuhkan imajinasi tanpa rangkuman bahan. Kenyataannya fiksi akan terasa sulit jika kita berencana berpindah genre.

Mengubah pola dan mood yang semisal terbiasa menulis horor menjadi romance. Agak sulit membangun pondasi setting dan dramaturginya.

Tapi tetap berada di genre yang sama seperti 'saya yang takut berada di luar zona aman' Jadilah mencoba genre lain. (kecuali novel islami yang bukan hasil uji coba melainkan sharing pengalaman batin)

Ketidak setiaan pada satu genre mungkin menakutkan, seperti menguji pasar dan pembaca buku kita. Akankah setelah kita berpindah genre mereka enggan membeli lagi atau menjangkau penggemar baru yang selama ini tak terjamah.

Perpindahan genre memberi kita kesempatan untuk tak berada di titik jenuh menulis genre yang sama.

Bermain di fiksi anak seperti dalam novel lilia di negeri akraland, atau naskah inspiratif seperti benci tapi cinta, horor dalam Penunggu gunung salak, sad ending dalam aku selalu ada untukmu, atau romance dalam Loveu memberi keberagaman dalam tema yang kita sodorkan dan memberi pengayaan ilmu buat saya pribadi.







behind the scene Novel 9 Days Umratan

- 9 days umratan ini saya tulis sepulang umroh mei 2012

- sempet saya tawaran ke penerbit lain dan baru bertemu jodoh di 2014 kemarin.

- ini fiksi pertama saya dengan genre islami

- diracik dengan bumbu : Panduan ibadah + travelling guide + romance + inspiratif

- banyak perbincangan-perbincangan saya dengan Allah yang saya tuangkan disini

- kegelisaha-kegelisahan saya dalam menyiapkan umroh juga saya tulis disini

- tapi bukan berarti ini true story, buku ini tetap fiksi dengan tokoh utama wanita yang masih melajang.

- novel islami ini tidak dimaksudkan untuk mengikuti trend pasar.

- sebab genre islami bukanlah sesuatu yang mudah untuk saya tulis.


-agama bukanlah produk, ia tertanam di jiwa saya. jadi jika saya menuliskannya tentu ada pengalaman batin atau wawasan yang ingin saya bagi.


ibu

sejak dulu saya tak pernah interest dengan topik bernama 'ibu'. Jujur saya bukan orang yang dekat dengan ibu atau pernah hidup lama dengan ibu.

Hanya delapan tahun saya bersama ibu, dengan jarak yang dia bentangkan.

Lalu saya menjadi seorang ibu, tapi tak pernah memposisikan diri saya sebagai ibu. Saya lebih senang menjadi teman anak-anak saya.

Bukan apa-apa, saya tak punya deskripsi tentang sosok ibu yang saya bisa teladani atau bagaimana menjadi ibu seharusnya.

Lalu kemarin dan hari ini saya seperti disadarkan. Saat kemarin anak saya meminta ijin berkemah, sesuatu yang baru pertama ia lakukan.

Kemah pramuka di cadika (seperti saat saya kecil dulu berkemah di bumi perkemahan cibubur).

Ada perasaan khawatir dan takut ia membutuhkan sesuatu. Jadi Semalam saya mengantarkannya kopi + susu kedelai + jaket untuknya.

Pagi ini saya antarkan ia gorengan untuk dimakan bersama teman-temannya.

Siang hujan deras, saya terpikir ia dan teman-temannya tak akan bisa membakar kayu untuk
memasak.

Jadi tadi siang selama hujan saya memasak nasi goreng dan mie goreng untuk teman-teman gugusnya.

Sore saya antar kesana dan ia takjub

Kiki : ini mama masak sendiri?

Me : iya

Kiki : mama kan nggak suka masak

Me : tapi kan takut kiki nggak makan

Kiki : thanks mah

Ada binar bahagia dimatanya yang mengembalikan saya pada episode masa kecil saya saat berkemah.

Anom dan novi teman dan tetangga rumah saya dikunjungi orang tuanya saat berkemah. Sementara saya hanya bisa melihat dengan iri.

Lalu hari ini saya melakukan hal yang sama seperti yang orang tua mereka lakukan.

Apa yang terjadi hari ini seperti menyandarkan saya, saya ibu. Saya ibu yang baik yang menjalankan perannya. Saya bukan hanya teman. Saya bisa mendeskripsikan ibu dengan benar.

Bahagia, rasanya seperti memenangkan pialan grand prix yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Thanks to rizky nakami yang telah menuntun saya menjadi ibu